Indonesia

Kelinci Kelinci adalah hewan yang umum dijumpai di peternakan, masyarakat Indonesia sendiri telah mengenal kelinci sejak abad 18. Pada tahun 1972 ditemukanlah kelinci lucu yang pertama di Indonesia tepatnya di pulau Sumatra. Kelinci tergolong ke dalam kelas mamalia yang artinya memiliki darah panas yang mana berkembang biak dengan cara beranak atau melahirkan. Dalam sekali berkembang biak kelinci dapat menghasilkan 4 ekor anak sekaligus. Keistimewaan dari kelinci adalah gigi mereka akan terus tumbuh selama mereka masih hidup. Sebenarnya kelinci dapat ditemukan di berbagai belahan dunia seperti di benua Eropa dan Afrika, Hewan lucu nan menggemaskan ini memiliki habitat dan tempat tinggal di hutan hujan dan sabana. Namun pada abad ini kelinci juga sudah mulai dibudidayakan untuk diambil manfaatnya. Secara umum kelinci dapat dibagi menjadi dua jenis yakni, kelinci liar dan kelinci hias atau peliharaan. Sedangkan menurut rasnya kelinci dapat dibagi menjadi berbagai jenis seperti anggora, marmot, dan lain sebagainya.

Sunda

Kalinci Kelenci mangrupikeun sato anu biasa dipendakan di kebon. Urang Indonésia parantos terang kelenci ti saprak abad ka 18. Dina taun 1972, kelenci lucu anu munggaran dipanggihan di Indonesia, tepatna di pulau Sumatra. Kelenci kagolong kana kelas mamalia, anu hartosna aranjeunna gaduh getih haneut anu baranahan kalayan ngalahirkeun atanapi ngalahirkeun. Dina hiji urang sunda, kelenci tiasa ngahasilkeun 4 anak ayam sakaligus. Husus tina kelenci nyaéta huntu na bakal terus tumuh salami éta hirup. Sabenerna kelenci tiasa dipendakan di sagala rupa penjuru dunya sapertos di benua Éropa sareng Afrika. Sasatoan lucu sareng pikaresepeun ieu ngagaduhan tempat sareng tempat cicing di leuweung hujan sareng sabana. Nanging, dina abad ieu kelenci ogé parantos mimiti dikokolakeun pikeun manpaatna. Sacara umum, kelenci tiasa dibagi kana dua jinis, nyaéta, kelenci liar sareng kelinci hias atanapi piaraan. Samentawis éta, numutkeun lomba, kelenci tiasa dibagi kana sababaraha jinis sapertos anggota, marmot, sareng sajabina.

TerjemahanSunda.com | Bagaimana cara menggunakan terjemahan teks Indonesia-Sunda?

Semua terjemahan yang dibuat di dalam TerjemahanSunda.com disimpan ke dalam database. Data-data yang telah direkam di dalam database akan diposting di situs web secara terbuka dan anonim. Oleh sebab itu, kami mengingatkan Anda untuk tidak memasukkan informasi dan data pribadi ke dalam system translasi terjemahansunda.com. anda dapat menemukan Konten yang berupa bahasa gaul, kata-kata tidak senonoh, hal-hal berbau seks, dan hal serupa lainnya di dalam system translasi yang disebabkan oleh riwayat translasi dari pengguna lainnya. Dikarenakan hasil terjemahan yang dibuat oleh system translasi terjemahansunda.com bisa jadi tidak sesuai pada beberapa orang dari segala usia dan pandangan Kami menyarankan agar Anda tidak menggunakan situs web kami dalam situasi yang tidak nyaman. Jika pada saat anda melakukan penerjemahan Anda menemukan isi terjemahan Anda termasuk kedalam hak cipta, atau bersifat penghinaan, maupun sesuatu yang bersifat serupa, Anda dapat menghubungi kami di →"Kontak"


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)