karangresik adalah tempat wisata yang dulu sudah ada sejak dulu Setelah sempat mati selama sepuluh tahun, Taman Wisata Karang Resik, di Jalan Mohammad Hatta, Kota Tasikmalaya, akhirnya dibuka kembali dengan wajah baru. Tempat wisata ini tidak hanya menghadirkan taman wisata air, tetapi juga ada farm house, flying fox melintas Sungai Citanduy sepanjang 110 meter, sepeda di atas pohon, rumah pohon, ragam taman bunga, ayunan ke sungai, taman burung, agro wisata sampai menjadi pusat kuliner. Karang Resik juga memiliki sejarah heroik bagi orang Tasikmalaya. Pada agresi militer pertama Agustus 1947, Belanda ingin masuk ke Kota Tasikmalaya, dihadang oleh tentara RI dan rakyat Tasikmalaya. saat Belanda datang dari arah timur, dihadang oleh para pejuang. Pertempuran yang berlangsung selama dua hari ini, Belanda kalah. Saat itu, untuk evakuasi tentara Belanda yang tersisa, datang pesawat pengebom. Pejuang akhirnya membakar jembatan agar penjajah tak masuk Tasikmalaya. Kemenangan itu diabadikan ditugu perjuangan. Bekas jembatan itu juga masih ada dan menjadi ikon di Karang Resik.
Karangresik mangrupikeun tempat wisata anu parantos lami ayana. Saatos maot sapuluh taun, Taman Pariwisata Karang Resik, di Jalan Mohammad Hatta, Kota Tasikmalaya, tungtungna dibuka deui ku rai anyar. Tempat wisata ieu sanés ngan ukur nampilkeun taman cai, tapi ogé bumi pertanian, rubah ngalayang ngalangkungan Walungan Citanduy sapanjang 110 méter, sapédah dina tangkal, imah tangkal, sababaraha taman kembang, ayun ka walungan, taman manuk, pariwisata agro janten pusat kuliner. Karang Resik ogé ngagaduhan riwayat pahlawan pikeun masarakat Tasikmalaya. Dina serangan militér anu munggaran dina bulan Agustus 1947, Walanda hoyong asup ka kota Tasikmalaya, sareng dipeungpeuk ku tentara Indonesia sareng masarakat Tasikmalaya. nalika Walanda datang ti wétan, dihalangan ku para pajuang. Perang anu lumangsung dua dinten, urang Belanda éléh. Dina waktos éta, pikeun ngévakuasi pasukan Walanda anu sésana, para pengebom sumping. Para pajuang akhirna ngaduruk jembatan supados penjajah henteu lebet ka Tasikmalaya. Kemenangan diabadikan dina tugu perjuangan. Tilas sasak éta masih aya sareng parantos janten ikon di Karang Resik.
Semua terjemahan yang dibuat di dalam TerjemahanSunda.com disimpan ke dalam database. Data-data yang telah direkam di dalam database akan diposting di situs web secara terbuka dan anonim. Oleh sebab itu, kami mengingatkan Anda untuk tidak memasukkan informasi dan data pribadi ke dalam system translasi terjemahansunda.com. anda dapat menemukan Konten yang berupa bahasa gaul, kata-kata tidak senonoh, hal-hal berbau seks, dan hal serupa lainnya di dalam system translasi yang disebabkan oleh riwayat translasi dari pengguna lainnya. Dikarenakan hasil terjemahan yang dibuat oleh system translasi terjemahansunda.com bisa jadi tidak sesuai pada beberapa orang dari segala usia dan pandangan Kami menyarankan agar Anda tidak menggunakan situs web kami dalam situasi yang tidak nyaman. Jika pada saat anda melakukan penerjemahan Anda menemukan isi terjemahan Anda termasuk kedalam hak cipta, atau bersifat penghinaan, maupun sesuatu yang bersifat serupa, Anda dapat menghubungi kami di →"Kontak"
Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)